Dapat Simpati Publik, Elektabilitas Prabowo Alami Trend Positif

Dapat Simpati Publik, Elektabilitas Prabowo Alami Trend Positif

Survei baru menunjukan trend positif dan negative terjadi ditingkat elektabilitas pasangan kandidat Pilpres 2019 kedua kontestan (Joko W-Ma’ruf A dan Prabowo S–Sandi U) bersaing ketat. Semua itu ditandai Prabowo S-Sandi U memasuki fase trend positif, sebaliknya 
Joko W-Ma’ruf A menempati trend negatif. Demikian disampaikan Direktur Riset Lembaga Survei Indomatrik, Syahruddin Ys di Jakarta, Kamis (10/4).
 
Survei Indomatrik dilakukan  24 hingga 31 Maret 2019 yang dilaksanakan secara proposional di 34 Provinsi yang memiliki hak pilih dalam Pilpres 17 April 2019. Dimana responden merupakan para pemilih yang telah berusia 17 tahun atau sudah menikah dan terdaftar di KPU sebagai pemilih. 
 
Selanjutnya random di tingkat Kabupaten, Kecamatan, Kelurahan/Desa, Kampung/RW/RT, penyebaran wilayah di 50% perkotaan dan 50% pedesaan. 
Jumlah sample responden yang di ambil sebanyak 2.100. Penentuan responden dilakukan secara random sistematis, dengan margin 0f error + 2,4 % pada tingkat kepercayaan 95%. 
 
Penarikan sampel dilakukan dengan Metode multistage Random Sampling
Hasil survei ini untuk mengetahui tingkat elektabilitas para pasangan 
Capres/Cawapres 2019-2024. Berdasarkan data hasil survei, pasangan Prabowo S–Sandi U mendapatkan simpati publik sebesar 51,07%, sedangkan pasangan Joko W-Ma’ruf A 
43,92%. Sementara mereka yang belum menentukan (swing voter) tapi akan berpartisipasi dalam Pilpres sekitar 5,01%. Dengan demikian perbedaan tingkat elektabilitas sekitar 7,15%.
 
Elektabilitas Prabowo S-Sandi U bertengger di angka 51,07% ini disebabkan dari beberapa 
alasan yang diungkap masyarakat Indonesia, di antaranya; alasan menginginkan perubahan, 
mengingkan presiden baru, mampu memperbaiki ekonomi, mampu membawa Indonesia 
lebih baik kedepan, dan figur Prabowo-Sandi yang dipandang berkarakter tegas dan berwibawa.
 
Sementara figur Jokowi-Ma’ruf memperoleh elektabilitas sebesar 43,92%. Pasangan no urut 
01 ini dianggap kerjanya terlihat, memberikan bantuan berupa materi terhadap warga, merakyat dan berpengalaman. 
 
Sementara pengamat politik nasional Ahmad Yani mengatakan selisih antara keduanya yang sangat jauh ini dampak dari penilaian masyarakat terhadap rendahnya kinerja Jokowi yang tidak 
sesuai dengan janji pada kampanye 2014. Perekonomian Indonesia mengalami penurunan yang dialami ema-emak yang teriak mengalami kesulitan 
 
Sedang trend positif merupakan modal kuat bagi Capres/Cawapres Prabowo S-Sandi U dalam menarik simpati publik untuk memenangkan Pilpres 17 April 2019. Sebagai contohnya ketika kampanye di Stadion Senayan Jakarta dihadiri jutaan masyarakat. Bahkan mereka dengan hati-nurani sendiri hadir mendengarkan pidato Prabowo.
 
“Kondisi itu menunjukkan bahwa Prabowo benar-benar mendapat simpatik masyarakat Bahkan sudah mengakar dari pelosok Tanah Air, setiap kampanye Prabowo dibanjiri masyarakat yang berduyun-duyun hadir baik di Yogyakarta, Madura, Jabar, Sidoarjo, dan kawasan Pulau Sumatera dan Sulawesi,”tegas Yani lagi. (Cr-2)
Share this...
BACA JUGA:  Pidato Kebangsaan Prabowo, Jelang Debat

Tinggalkan Balasan